Showing posts with label Smallnotes. Show all posts
Showing posts with label Smallnotes. Show all posts

Wednesday, July 16, 2008

dan...

Ketika tamengmu kian kokoh
maka kau pun akan semakin kuat...




alhamdulillah.....
sungguh terima kasih ya Allah :)

Friday, June 13, 2008

N.U.M.B.

....
senyumku saat ini berarti apa?
benar bahagia?
atau kamuflase saja?



Astaghfirullah..

Sunday, June 8, 2008

Lost In Space

Pada titik ini aku merasa hilang..
Aku kehilangan makna, ruh dan penjiwaanku..
Aku pun mulai dibayangi oleh keinginan-keinginan dangkal, remeh dan sempit..
Aku melangkah dengan meraba-raba, lalu terjatuh dan terseok karena tiupan angin yang tak seberapa..








.. aku merindukanNya.. sungguh!!

Sunday, March 16, 2008

Alhamdulillah...^^

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap.”


(QS. Al-Insyirah 5-8)



semangat ona...!!!!! :)

Friday, March 14, 2008

Tak terucap..

Hei.….
Apa pernah bertanya, kenapa seperti ini?
Hmm..
Maaf ya jika aku membuat bingung… -begitukah?-
Masa lalu.. beserta semua kejadian yang menyertainya hingga saat ini, membuatku “……” (apa ya? Aku ga bisa menemukan kata yang tepat untuk mendefinisikannya..hehe)


Yang jelas..
Aku takut salah..
Takut berbuat salah dan terjebak lagi dalam kesalahan..

Aku khawatir bersikap reaktif
Khawatir melakukan sesuatu hanya karena impulsif..

Aku ga mau menjadi posesif
Apalagi untuk sesuatu yang bukan milikku..


Jadi, aku sering bingung harus bersikap seperti apa..


Dan….
Mungkin aku takut kehilangan….
-berarti aku merasa pernah memiliki?-

Wednesday, March 5, 2008

K A R E N A

Aku ingin menjadi seperti...
perekat yang menyatukan
pagar yang melindungi
angin yang menyejukkan
intan yang memberi kilau, dan
pelangi yang menghiasi

Aku ingin berarti seperti...
mentari yang menerangi
tawa yang membahagiakan
air yang mendinginkan
sakura yang memberi warna, dan
selimut yang menghangatkan

Aku ingin ada seperti...
temaram cahaya yang menenangkan
bunga yang mewangi
jendela yang membuka cakrawala
puisi yang bermakna, dan
denting piano yang mengalunkan melodi

Aku ingin menjelma seperti...
kakak yang dewasa
adik yang manja
sahabat yang peduli
bunda yang menyayangi, dan
kekasih yang mencintai

Sunday, February 17, 2008

Bunda.. Maaf...

Allah..
Ampuni aku telah membuat wajah teduh bunda dibasahi air mata

Allah..
Maafkan aku nodai kebaikan bunda dengan sebuah kata kecewa

Allah..
Berikan aku kesempatan untuk berikan bunda bingkisan bahagia

Allah..
Kuatkan aku untuk hadiahkan bunda satu paket tanda cinta


-- Saat tak ada lagi kekuatan untuk berpijak, kemana lagi kan mengadu selain padaNya?--


Allah..
Mohon sampaikan pada bunda..
“maaf tak cukup ungkapkan rasa ananda..”

Thursday, February 14, 2008

Once upon a time in a sparkling nite..

Aku inget koq..

Malam itu ga da cahaya bulan,
Malam itu juga ga da kerlip bintang,
Malam itu hawa dingin pun menusuk,


Tapi..
sungguh tak mengurangi indahnya!

Karena cahaya lampu kota menemani,
Karena kerlip lilin menyinari,
Karena suasana hangat menyelimuti,


Dan lihatlah,
sinar bahagia memancar, bukan? :)



-9 Februari 2008-
alhamdulillah…

Sunday, January 27, 2008

Smile

Smile though your heart is aching

Smile even though it's breaking

When there are clouds in the sky, you'll get by


If you smile through your fear and sorrow

Smile and maybe tomorrow

You'll see the sun come shining through for you


Light up your face with gladness

Hide every trace of sadness

Although a tear may be ever so near


That's the time you must keep on trying

Smile, what's the use of crying?

You'll find that life is still worthwhile

If you just smile





....Dan Ketika

Aku mengerti

Sunday, January 13, 2008

Indah

Kudengar lagi syair itu
Ntah kenapa jadi lebih indah
Mungkin karena hatiku berwarna
Cantik sangat..
Sungguh memikat.. ^^


*Close to You – Susan Wong

Wednesday, January 9, 2008

........

Kehilangan…
Ntah knapa jadi begitu menakutkanku belakangan ini…
Mungkin karena ternyata semua begitu bermakna
Sedang aku baru menyadarinya..

Rindu

Perlahan kuketuk pintu kamarnya
Lama…

Akhirnya
ia keluar

Aku menyongsongnya dengan senyum
Ingin rasanya berlari dan memeluk

Tapi senyumku memucat
Semua kata terangkai, tak satupun terucap
Tenggorokanku tercekat
Rasanya seperti tercekik
Sesak!!!

Ia hanya menatapku dalam diam
Aku tertunduk

Lantas ia berbalik dan menjauh
Sempat kulihat sosoknya yang terasa makin dingin
Pandanganku mengabur
Aku tertunduk makin dalam
Dan…menangis…



Rindu masih bergelayut di langitku
Membuatnya makin hitam
karena belum ada angin yang mampu meniupnya



Monday, December 31, 2007

UNTITLED

Lama kutekan rasa
Telah beberapa waktu kuabaikan hati
Tanpa kusadar perlahan-lahan ia mulai mengintip
Sesekali dengan berani menampakkan muka
Tapi, ia pun ciut karena dengan angkuh aku melengah
Beberapa saat aku kira aku telah menang


Namun, ternyata dalam diamnya ia bertahan
Bahkan, dengan kekuatan -ntah dari mana- ia mulai menyusun strategi pengambilalihan
Hingga pada suatu waktu yang aku tidak bisa prediksi
Ia menyerangku tanpa ampun


Kemunculannya seperti ledakan gunung es
TELAK mengenaiku yang sedang lemah
Tubuhku bereaksi keras tanpa sanggup kukendalikan
Menangis, terluka dan lebih dari itu
Langitku bergemuruh
Ia menghisap senyumku
Menelan bulat-bulat tawaku


Aku terkurung
Dalam penjara yang ternyata aku siapkan sendiri
Sisi lain diri yang tidak kukenal bersiap membuang kunci penjara itu
Tapi, kulihat mereka datang dan segera menyelamatkanku
Memapahku, merawat perihku..
Hingga aku kembali tau bagaimana rasanya tersenyum


Lama kuberpikir bagaimana mereka tau keadaanku
Aku tersentak saat sadar
Ternyata DIA yang mengirimkan mereka untukku
DIA yang paling mengerti aku
DIA yang selalu mendengarku menangis
DIA yang selalu memperhatikan aku
DIA yang peduli denganku
Sekarang aku tau..
DIA sangat mencintaiku
Aku juga akan belajar untuk sangat mencintaiNya..

Friday, December 7, 2007

Memiliki Kehilangan

Sedih...
Refki bilang data-data di hardisk-ku hilang...
Mikirin itu, aku pun ngerasa sebagian diriku ikut hilang....
Diariku...
Tulisan-tulisanku...
Foto-foto...
Surat-surat dari adek-ku, mba-ku, sodara-ku, sahabat-sahabat...
Arsip-arsip sejak empat tahun yang lalu...
Hiks..
Belum terbiasa dengan kehilangan ini...
Jadi sering bengong...
hehe

Hmm..jadi kepikiran, apa ini berkaitan dengan ketidakrelaanku melepaskan sesuatu...
Momen-momen indah yang aku abadikan dalam bentuk tulisan dan foto-foto yang sekarang telah hilang...
Takutkah aku untuk benar-benar melepasnya...?


Letting go...
Biarkan jadi kenangan..
*Itu teoriku cil, kenyataannya, sendirinya belum bisa.. huhu




Tak mampu melepasnya
walau sudah tak ada
hatimu tetap merasa
masih memilikinya

rasa kehilangan hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya

pernahkah kau mengira
kalau dia kan sirna
walau kau tak percaya
dengan sepenuh jiwa

rasa kehilangan hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya


*Memiliki Kehilangan-Letto*

Wednesday, November 28, 2007

Sependar Cahaya

Tertatih-tatih
meski tertatih-tatih
bagaimanapun
harus kembali bangkit
melangkah pasti
dan segera berlari lagi


terima kasih
bagi yang melukis pelangi
di langit hati
setelah kelamnya berhari-hari


akhirnya kulihat lagi sependar cahaya itu
menyembul di antara senyummu
menyelinap melalui sentuhmu
beriringan dengan tulusmu




aku janji akan segera membaik!
tentu dengan seizinNya! :)

Saturday, November 24, 2007

Rapuh


Dulu ku tak pernah kompromi dengan rasa..
sekarang bahkan terlalu lelah tuk sekedar menyapa logika...

Thursday, April 26, 2007

Perkenankan aku mencintai-Mu semampuku

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.
Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,
untai demi untai kata para ustadz kuresapi.
Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat,
tentang muhabbah orang shalih, tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,
kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.
Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu,
tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu,
aku makin merasakan gelisahku memadai
dalam cita yang mengawang,
sedang kakiku mengambang.
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,
perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….
Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku.
Dengan segala kelemahanku.

Ilaahi,
aku tak sanggup mencintai-Mu
dengan kesabaran menanggung derita.
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa.
Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu,
melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu,
atas derita batin dan jasadku,atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii,
aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu
bagi diri dan keluarganya.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan
separo hartanya demi jihad.
Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda
untuk syiarkan Dien-Mu.
Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-500 perak
yang terulur pada tangan-tangan kecil
di perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan
di pojok-pojok jembatan,
pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.

Illahi,
aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya
shalat salah seorang sahabat nabi-Mu,
hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih
menggapai cinta-Mu,
dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.

Rabbii,
aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih
atau bagai para al hafidz dan hafidzah
yang membaktikan seluruh malamnya
untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui satu - dua rakaat sholat lailku,
atau sekedar sunnah nafilahku,
selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim,
aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada,
yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu.
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu,
dengan mempersembahkan sedikit bakti dan
pengorbanan untuk dakwah-Mu,
dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,
aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,
ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,
membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam,
manisnya iman dan ketabahan.
Dengan mencintai sahabat-sahabatku,
mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
 

*kiriman seorang sahabatku, semoga Allah memuliakannya..

Wednesday, April 18, 2007

Pupus..

belakangan ini, sering kulihat mendung bergelayut..


teman, bagaimana perasaanmu pada suatu ketika mengetahui seseorang menghadapi suatu permasalahan dan kamu tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya?

teman, bagaimana menurutmu jika seseorang menderita karenamu dan kamu tidak bisa memilih langkah untuk meringankan bebannya?

teman, apa yang kamu lakukan saat seseorang mencoba memperlakukanmu dengan cara terbaik yang bisa dilakukannya dan pada saat yang sama kamu tidak bisa melakukan apa-apa untuk membalasnya?


saat tak punya pilihan untuk melakukan sesuatu yang terbaik -- menurut kita-- bukankah harusnya ingat kembali bahwa Ia selalu ada dan mengatur segalanya untuk kita?




bukan yang terbaik menurutku..
bukan yang terbaik menurutmu..
bukan yang terbaik menurut mereka..
tapi, yang terbaik menurutNya..
insyaAllah yang terbaik untuk kita..

Wednesday, March 21, 2007

TERGUGU..

Manusia seringkali egois…

Hanya teringat Tuhannya, saat merasa…
butuh...
takut…
derita…

Lalu lupa…
Lalu lalai…
Lalu dosa…

Berulang-ulang!!!
Dan berulang-ulang!!!

Akankah pintu ampunanNya masih terbuka?


Astaghfirullaahal’adziim..